KOmposer Genius!: Wolfgang Amadeus Mozart! (Indonesian Version)

0

mozfam

Wolfgang Amadeus Mozart yang bernama asli Johannes Chrysostomus Wolfgangus Gottlieb Mozart (lahir di Salzburg, 27 Januari 1756 – meninggal di Wina, Austria, 5 Desember 1791 pada umur 35 tahun) merupakan seorang komponis besar yang sangat penting berpengaruh pada era Classical. Mozart telah membuat lebih dari 600 karya sepanjang hidupnya, yang terdiri dari karya musik symphonic, concertante, chamber, operatic, and choral music.

Mozart mengenal musik sejak lahir. Ayahnya, Johann Georg Leopold Mozart adalah komponis penting pada jamannya, salah satu karyanya yang paling penting adalah Kindersinfonie (Simfoni Anak-Anak). Sewaktu berumur empat tahun, Mozart sudah mampu memainkan harpsichorddan melakukan improvisasi pada karya-karya musik pendahulunya. Dia bahkan menulis komposisinya yang pertama saat berumur lima tahun. Karya-karyanya antara lain adalah Violin Sonata, dan beberapa Minuet. Leopold mengumpulkan semua komposisi ini tanpa sepengetahuan anaknya. Demikian halnya dengan Maria Anna Mozart (Nannerl), kakaknya, dia juga adalah pemain piano yang sangat handal.

mozart

Perjalanan Karya Bermusik Mozart

Pada bulan September 1762, Leopold mengambil cuti panjang dari jabatannya untuk mempromosikan anaknya kepada raja-raja. Mereka lalu berangkat ke Wina. Di sana Mozart bermain piano di depan Ratu Maria Theresia yang terpukau akan keahlian permainan Mozart dan Nannerl. Setelah konser ini, Mozart harus mengikuti konser yang cukup panjang selama tiga tahun yaitu Paris dan London. Di tempat tersebut Mozart mengadakan konser di hadapan raja-raja yang juga memujinya.

Pada tahun 1769, Mozart mengadakan perjalanan ke Italia. Hasil perjalanan ini cukup baik, Mozart sangat produktif dalam penciptaan komposisi. Dia menggubah opera Mitridati, rè di Ponto (1770) dan Lucia Silla (1772) dan keduanya mendapat sukses besar dalam pertunjukannya di Milan. Mozart juga mencipatakan banyak simfoni selama perjalanan ini, dan dipengaruhi para komponis-komponis italia seperti Sammartini. Di Bologna, Mozart juga belajar pada guru komposisi yang paling terkenal pada masa itu, Padre Martini.

Sebelum kembali dari Italia, Mozart tinggal bersama ayahnya selama sepuluh minggu di Wina, Leopold tidak ingin Mozart kembali dan bekerja menjadi “tukang” musik yang tak terlalu dihargai di Salzburg. Leopold berusaha mendapatkan jabatan untuk anaknya di Wina, namun tak berhasil. Sebenarnya, perbuatan Leopold memamerkan anak-anaknya ke seluruh Eropa tak terlalu disukai oleh Kaisar Austria.

Sekembalinya dari Italia pada 13 March 1773, Mozart dipekerjakan sebagai pemusik kerajaan di Salzburg oleh Prince-Archbishop Hieronymus Colloredo. Di Wina, Mozart mendengar karya-karya Joseph Haydn yang terbaru dan dia berteman dengan Michael Haydn (1737-1806), adik dari Joseph Haydn. Salah satu karya yang penting pada pada masa ini adalah K.183, Simfoni No. 25 in G Minor (1773) dan K. 201, Simfoni in A Major (1774).

Pada ulang tahunnya yang ke-21, jumlah komposisinya sudah mencapai tiga ratus buah. Meskipun kemampuan menulis lagunya berhasil, Mozart tidak puas dengan Salzburg dan berupaya untuk menemukan posisi tempat lain. Salah satu alasan adalah gaji yang rendah yaitu 150 florin tahun. Mozart juga ingin menulis lagu opera, namun Salzburg jarang menyelenggarakannya. Situasi makin buruk pada 1775 ketika teater istana ditutup. Dua ekspedisi panjang Mozart sedikit menghambatnya untuk mencari pekerjaan. Mozart dan ayahnya mengunjungi Wina dari 14 Juli – 26 September 1773 dan Munich dari 6 Desember 1774 sampai Maret 1775. Kunjungan tidak berhasil, meskipun perjalanan Munich menghasilkan keberhasilan populer dengan pemutaran perdana opera Mozart La finta giardiniera

Pada Agustus 1777 Mozart mengundurkan diri dari jabatannya di Salzburg. Pada tanggal 23 September memberanikan diri sekali lagi untuk mencari pekerjaan, dengan pergi ke Augsburg, Mannheim, Paris, dan Munich. Di antara karya yang diciptakan Mozart selama perjalanannya di Paris yang terkenal adalah A minor piano sonata K. 310/300d dan the “Paris” Symphony (no. 31); Keduanya ditampilkan di Paris pada 12 dan 18 June 1778. Pada bulan Januari 1781, opera Idomeneo Mozart ditampilkan dan menuai kesuksesan besar di Munich.

Karir baru Mozart di Wina pun dimulai. Dia sering tampil sebagai pianis, terutama dalam kompetisi sebelum Kekaisaran dengan Muzio Clementi pada tanggal 24 Desember 1781, dan ia telah membuktikan dirinya sebagai pemain keyboard terbaik di Wina. Ia juga sejahtera sebagai komposer. Pada tahun 1782 Mozart menyelesaikan opera Die Entführung aus dem Serail (The Abduction dari Seraglio) yang perdana pada tanggal 16 Juli 1782 dan meraih sukses besar.

Mozart menikah dengan Constanze pada 4 Agustus 1782 di Katedral St Stephen dan memiliki 6 anak. Selama 1782-1783, Mozart menjadi akrab dengan karya Johann Sebastian Bach dan George Frideric Handel karena pengaruh Gottfried van Swieten yang sering berkunjung ke rumahnya dan memiliki banyak manuskrip dari master Baroque. Mozart mempelajari partitur lagu-lagu tersebut dan menginspirasinya untuk menulis karya dalam gaya Baroque, dan kemudian mempengaruhi musikalitas dirinya, misalnya di bagian fugal dalam Die Zauberflöte (The Magic Flute) dan The finale of Symphony No.41.

Pada tahun 1783, Mozrt dan istrinya mengunjungi keluarga Mozart di Salzburg. Ayah dan kakaknya menyambut Constanze dengan sopan. Namun dalam kunjungan ini, Mozart diminta untuk membuat salah satu dari komposisi liturgi Mozart yang terkenal “The Mass in C minor”. Walaupun belum selesai, karya tersebut ditampilkan di Salzburg dengan Constanze yang menyanyi di bagian solo.

Pada tahun 1784, Mozart bergabung menjadi anggota Freemason, suatu serikat yang mendukung ide persaudaraan di bawah Tuhan. Puncak karier Mozart terdapat pada masa 1784-1786. Mozart sangat rajin menggubah. Dia membuat 12 Concerto dan para musikolog menganggapnya sebagai karya Mozart yang paling penting. Walau Kaisar Joseph II ikut mendengar konser Mozart, hal itu sama sekali tak membantu keuangannya. Mozart diberi jabatan sebagai pemusik istana dengan gaji yang tak terlalu besar.

Le Nozze di Figaro (“Pernikahan Figaro”) dipentaskan pertama kali di Wina pada tahun 1786 dan meraih sukses sehingga Mozart membawanya ke Praha (ibukota Ceko) dengan kesuksesan lebih besar lagi.

Mozart menggubah beberapa karya lagi antara lain K. 505, Simfoni No. 38 in D Major ‘Prague’. Berkat kesuksean Le Nozze di Figaro, Mozart bersemangat untuk membuat opera baru antara lain Don Giovanni, sebuah komik opera. Mozart untuk pertama kali memakai trombon pada operanya, hal inilah yang mengakibatkan munculnya efek yang cukup dramatis. Pada tahun 1787, Leopold meninggal dunia dan cukup memengaruhi karya Mozart.

Menjelang akhir dekade, keadaan Mozart memburuk. Sekitar 1786 ia tak lagi sering muncul dalam konser publik dan penghasilannya menyusut. Waktu itu adalah waktu yang sulit bagi musisi di Wina karena Austria sedang berperang.

Pada pertengahan 1788, Mozart dan keluarganya telah pindah dari pusat Wina untuk pinggiran Alsergrund. Namun hal ini tidak menyelesaikan masalah keuangan Mozart. Mozart pun mulai meminjam uang, paling sering dari temannya dan sesama Mason Michael Puchberg. Maynard Solomon dan lain-lain telah berpendapat bahwa Mozart menderita depresi. Karya utama dari periode ini termasuk tiga simfoni terakhir (No 39, 40, dan 41 , semua dari 1788), dan yang terakhir dari tiga Ponte opera Da, Cosi fan Tutte, yang ditampilkan pada tahun 1790.

Pada musim semi 1789 Mozart membuat perjalanan panjang ke Leipzig, Dresden, dan Berlin berharap dapat meningkatkan nasibnya, dan ke Frankfurt, Mannheim, dan kota-kota Jerman lainnya pada tahun 1790. Namun perjalanan tersebut kurang berhasil dan tidak meringankan kesulitan keuangan keluarganya.

Tahun-tahun terakhir dalam hidup Mozart sampai ia terserang penyakit merupakan waktu produktif Mozart. Ia membuat banyak karya hebat, termasuk beberapa karyanya yang paling dikagumiseperti : the opera The Magic Flute; the final piano concerto (K. 595 in B-flat), the Clarinet Concerto K. 622, karya terakhir string quintets Mozart (K. 614 in E-flat),the motet Ave verum corpus K. 618, dan Requiem K. 626 yang tidak selesai.

Kondisi keuangan Mozart yang menjadi sumber kecemasannya pada tahun 1790 akhirnya membaik. Walaupun tidak ada bukti nyata, namun Mozart dikabarkan memiliki pelanggan yang kaya di Hungaria dan Amsterdam yang memberikan imbalan kepada Mozart untuk komposisi yang dipesan sesekali. Dia mungkin juga mendapatkan imbalan dari karyanya untuk musik dansa. Mozart tidak lagi meminjam uang dalam jumlah besar kepada Puchberg dan mulai melunasi hutang-hutangnya.

Ia sangat puas dengan karya-karyanya yang dipentaskan dan sangat berhasil, terutama The Magic Flute (sering ditampilkan dalam periode yang singkat antara pertunjukan pertamanya dan kematian Mozart) dan The Little Masonic Cantata K. 623, yang ditampilkan perdana pada 15 November 1791.

mozunfin

Kematian Mozart

Mozart jatuh sakit ketika berada di Praha untuk pemutaran perdana  opera La Clemenza pada 6 September 1791 di Tito, yang ditulis pada tahun yang sama untuk perayaan penobatan Kaisar. Dia mampu melanjutkan pekerjaannya dengan profesional untuk beberapa waktu, dan melaksanakan pertunjukan perdana The Magic Flute pada 30 September 1791. Penyakitnya mulai memburuk pada 20 November 1791, di mana Mozart menderita pembengkakan, nyeri, dan muntah.

Mozart dirawat oleh istri dan adik bungsu istrinya, dan dirawat oleh dokter keluarga, Thomas Franz Closset. Walaupun dalam keadaan sakit, ia masih terbeban untuk menyelesaikan karya Requiem. Buktinya, ia mendidiktekan beberapa bagian ke Süssmayr, muridnya.

Mozart meninggal pada tanggal 5 Desember 1791 jam 1 pagi dalam usia 35 tahun. The New Grove menunjukkan fakta-fakta dari pemakaman Mozart : Mozart dimakamkan di pemakaman umum, sesuai dengan adat Wina kontemporer, di St Marx Cemetery di luar kota pada tanggal 7 Desember. Jika, seperti yang laporan katakan, tidak ada pelayat menghadiri, itu juga konsisten dengan adat penguburan Wina pada saat itu. Di kemudian hari, Jahn (1856) menulis bahwa Salieri, Süssmayr, van Swieten dan dua musisi lain menghadiri pemakaman Mozart. Kisah yang mengatakan bahwa saat itu badai dan salju adalah palsu karena pada hari itu cuaca tenang dan sejuk.

Penyebab kematian Mozart tidak dapat diketahui dengan pasti. Catatan resmi mengatakan sebagai “hitziges Frieselfieber” (“demam miliaria parah”, mengacu pada ruam yang terlihat seperti biji millet), penjelasan yang tidak cukup untuk mengidentifikasi penyebabnya. Para peneliti telah mengemukakan setidaknya 118 penyebab kematian, termasuk trichinosis, influenza, keracunan merkuri, dan penyakit ginjal langka. Hipotesis yang paling banyak diterima adalah bahwa Mozart meninggal karena demam rematik akut.

sumber:
wikipedia.org

GENIUS COMPOSER!: Wolfgang Amadeus MOzart (English Version)

0

The Classical Period

Wolfgang Amadeus Mozart

Born: Salzburg, January 27, 1756

Died: Vienna, December 5, 1791

mozfam

 

At the age of four he could learn a piece of music in half an hour. At five he was playing the clavier incredibly well. At six he began composing, writing his first symphonies at the age of eight. He was constantly traveling all over Europe with his father, Leopold Mozart (1719-1787), a violinist, minor composer and Vice-Kapellmeister at the court of the Archbishop of Salzburg. The musical feats and tricks of young Wolfgang were exhibited to the courts (beginning in Munich in 1762), to musical academicians, and to the public. Between the ages of seven and fifteen, the young Mozart spent half of his time on tour. During these tours, Mozart heard, absorbed, and learned various European musical idioms, eventually crystallizing his own mature style.

Fully expecting to find an ideal post outside his sleepy home town of Salzburg and the detested archiepiscopal court, in 1777 Wolfgang went on a tour with his mother to Munich, Mannheim, and Paris. It was in Paris that his mother died suddenly in July, 1778. With no prospects of a job, Mozart dejectedly returned to Salzburg in 1779 and became court organist to the Archbishop. Mozart finally achieved an unceremonious dismissal from the archiepiscopal court in 1781, and thereafter became one of the first musicians in history to embark upon a free-lance career, without benefit of church, court, or a rich patron. Mozart moved to Vienna where he lived for a time with the Webers, a family he had met in 1777. He eventually married Constanze Weber in August of1782, against the wishes and strict orders of his father. Then for a time, things began to look bright for the young composer. Beginning in 1782 with the Singspiel Die Entführung aus dem Serail (The Abduction from the Seraglio), Mozart began turning out one masterpiece after another in every form and genre.

 

Mozart is probably the only composer in history to have written undisputed masterworks in virtually every musical genre of his age. His serenades, divertimenti and dances, written on request for the entertainment and outdoor parties of the nobility, have become synonomous with the Classical “age of elegance,” and are perhaps best exemplified by the well-known Serenade in G major, which the composer called Eine kleine Nachtmusik (A little night music).

mozart

In Vienna, Mozart became a regular at the court of Emperor Joseph II (1741-1790), where he wrote much of his greatest music. A sampling of Mozart’s mature works comprise a virtual honor roll of musical masterpieces: the last ten string quartets, the string quintets, and the Quintet for clarinet and strings; the Mass in C minor and the unfinished Requiem; the Serenade for thirteen wind instruments, theClarinet concerto, the late piano concertos, and the last six symphonies. Mozart’s more than twenty piano concertos remain models of the classic concerto form, developed by him over time into works of symphonic breadth and scope. The concertos often begin with an elaborate sonata form first movement, followed by a tender and melodious second movement, and usually conclude with a brisk, engaging rondo, as in the Piano Concerto no. 22 in E-flat. In his last three symphonies, the second of which is the great Symphony no. 40 in G minor, Mozart infused this form with a passion and expressiveness unheard of in symphonic writing until the advent of Beethoven.

mozunfin

 

Of Mozart’s operasLe nozze di Figaro (The Marriage of Figaro), composed for the Viennese court in 1786, is the earliest opera still found in the repertoire of virtually all of today’s opera houses. Through his dramatic and musical genius, Mozart transformed such operatic comedies and characters into living, breathing dramas peopled with real human beings. He found a kindred spirit in this regard at the Viennese court in the person ofLorenzo da Ponte (1749-1838), who supplied Mozart with the librettos of his three Italian operatic masterpieces. Figaro was followed in 1787 by Don Giovanni (Don Juan), written for Prague, where Figaro had been an overwhelming success. The intensity of Mozart’s music in the penultimate scene of Don Giovanni, in which the title character is dragged down to hell, unrepentant, at the hands of an avenging spirit, might even be said to have helped usher in the Romantic era. Having scaled the heights of Italian opera buffa, Mozart turned again to the German Singspiel in the final year of his life. Again he produced yet another masterpiece, this time with the unconventional combination of low comedy and high ideals.Die Zauberflöte (The Magic Flute) tells of a young prince who successfully endures the trials put to him by a fraternal priesthood in a search for truth and love, while the everyman character of Papageno in his song Der Vogelfänger bin ich, ja yearns for the earthly pleasures of wine, food, and female companionship.

During his years in Vienna, Mozart also made the acquaintance of composer Franz Joseph Haydn. The two became close friends and the older composer’s music had a profound influence on Mozart. Between 1782 and 1785, Mozart composed a series of six string quartets which he dedicated to Haydn. Upon playing through some of them together, Haydn said to Mozart’s father, who was present, “Before God and as an honest man, your son is the greatest composer I know, either personally or by name.”

Yet through his mismanagement of money (and as a successful composer of operas and a reknowned piano virtuoso, he made a great deal), and the documented incidences of his tactless, impulsive, and at times childish behavior in an era of powdered wigs and courtly manners, Mozart seemed to find it difficult to make a successful living. By 1790 he was writing letters to friends, describing himself and his family (he and Constanze had six children, only two of which survived) in desperate circumstances and begging for money. He was also by this time seriously ill, and had been intermittently for some time, with what was most likely disease of the kidneys. With the success of The Magic Flute and a newly granted yearly stipend, Mozart was just beginning to become financially stable when his illness brought an end to his life and career at the age of thirty-six. He was buried, like most Viennese in those days by the decree of Emperor Joseph, in a common grave, the exact location of which remains unknown.

The influence of Mozart on the composers that followed cannot be emphasized too strongly. He was idolized by such late nineteenth century composers as Richard Wagner and Peter Tchaikovsky; and his music came to influence the neo-classical compositions of Igor Stravinsky and Sergei Prokofiev in the twentieth century.


Music History 102: a Guide to Western Composers and their music
Designed, compiled and created by
Robert Sherrane

 

 

Komposer GEnius!: Ludwig van Bethoven! (indonesian Version)

1

3

Ludwig Van Beethoven ialah seorang komposer Jerman dan juga seorang tokoh unggul dalam sejarah musik klasikal. Beliau juga merupakan seorang ahli musik terpenting dalam tempo peralihan antara musik era klasikal dan musik era romantis di dalam musik barat. Musik dan reputasinya banyak memberi inspirasi untuk generasi-generasi berikutnya, begitu juga kepada ahli-ahli musik dan para pendengar.Walaupun beliau pada hari ini dikenali sebagai seorang penggubah, Beethoven adalah juga seorang pemain piano yang dikagumi.

Beethoven berpindah ke Vienna, Austria ketika berumur awal dua puluhan, dan menetap di situ. Beliau belajar musik di bawah bimbingan komposer ternama, Joseph Haydn dan dengan pantasnya, mencapai kemasyhuran sebagai seorang pemain piano yang amat cemerlang.

Walaupun pendengaran beliau mula beransur-ansur hilang pada akhir dua puluhan, Beethoven terus gigih menghasilkan karya-karya agung di sepanjang hidupnya. Karya beliau terus dibuat walaupun setelah pendengaran beliau telah hilang sama sekali dan menjadikan beliau tuli.
Beethoven juga seorang komposer bebas pertama dengan membuat aransemen musik untuk konsert-konsert, menjual aransemen musiknya untuk penerbit-penerbit dan mendapat bantuan kewangan daripada beberapa pelanggan-pelanggan kaya. Beliau memilih kerja bebas daripada mencari pekerjaan tetap di gereja atau tempat bangsawan seperti pemusik atau musisi lain.

1
Beethoven dilahirkan di Bonn, Jerman pada tahun 1770, dari Johann van Beethoven, (1740–1792), seorang pemain muzik berketurunan Flemish, dan Maria Magdalena Keverich (1744–1787), anak ketua dapur di kubu Festung Ehrenbreitstein.
Beethoven merupakan salah seorang dari tujuh adik bersaudara, tetapi hanya beliau dan dua adik-adiknya yang hidup. Beethoven dibaptiskan pada 17 disember 1770. Walaupun tarikh lahir beliau tidak diketahui secara pasti, namun keluarganya (dan kemudian, gurunya Johann Georg Albrechtsberger) menyambut hari lahir beliau pada 16 Disember.
Ibu Beethoven meninggal dunia pada 17 Julai 1787, ketika beliau berusia 16 tahun. Disebabkan ketagihan alkohol ayahnya menjadi teruk, Beethoven terpaksa memikul tanggung jawab menjaga ke-dua adik-adiknya. Beethoven berpindah ke Vienna pada tahun 1972, dimana beliau belajar musik kepada Joseph Haydn, walaupun sebenarnya beliau berminat untuk belajar muzik dengan Mozart yang meninggal dunia setahun sebelumnya,
Beethoven menerima latihan tambahan dalam bidang muzik daripada seorang kaunterpoin terkemuka Vienna, Johann Georg Albrechtsberger dan juga komposer dan konduktor musik terkenal Itali, Antonio Salieri. Pada tahun 1793, Beethoven mulai terkenal sebagai pemain piano cemerlang di Vienna.

Dia meninggal di Wina tahun 1827 pada usia lima puluh tujuh tahun. Karya Beethoven yang banyak itu termasuk 9 simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi. Tetapi, yang lebih penting dari jumlah ciptaannya adalah segi kualitasnya. Karyanya merupakan kombinasi luar biasa dari kedalaman perasaan dengan kesempurnaan tata rencana. Beethoven memperagakan bahwa musik instrumental tak bisa lagi dianggap cuma punya nilai seni nomor dua. Ini dibuktikan dari komposisi yang disusunnya yang telah mengangkat musik instrumental itu ke tingkat nilai seni yang amat tinggi.
Beethoven benar-benar seorang pencipta orisinal yang jempolan dan banyak perubahan-perubahan yang dilakukan dan diperkenalkannya mempunyai pengaruh yang abadi. Dia memperluas ukuran sebuah orkestra. Dia menambah panjangnya simfoni dan memperluas daya jangkaunya. Dengan mendemonstrasikan kemungkinan yang hampir tak terbatas yang bisa dihasilkan oleh piano, dia membantu menjadikan piano itu instrumen musik yang paling terkemuka. Beethoven membuka babak transisi dari musik klasik ke musik bergaya romantik dan karyanya merupakan sumber ilham untuk gaya romantik.

2

Dia menanamkan daya pengaruh yang menghunjam pada diri komponis-komponis yang muncul belakangan, termasuk tokoh-tokoh yang memiliki gaya berbeda seperti Brahms, Wagner, Schubert dan Tchaikovsky. Dia juga merintis jalan buat Berlioz, Gustav Mahler, Richard Strauss dan banyak lagi lainnya.

Nyata benar, Beethoven mesti ditempatkan di atas musikus mana pun dalam daftar urutan buku ini. Meski Johann Sebastian Bach nyaris punya keistimewaan setara, karya Beethoven lebih luas dan lebih sering didengar ketimbang ciptaan Bach. Lebih dari itu, sejumlah penyempurnaan yang dilakukan Beethoven lebih punya pengaruh mendalam terhadap perkembangan musik selanjutnya ketimbang hasil karya Bach.

Secara umum, ide etik dan politik lebih gampang dijabarkan dengan kata-kata daripada musik dan kesusasteraan. Punya ruang lingkup pengaruh yang lebih luas dari pada musik. Atas dasar pertimbangan inilah Beethoven –meski tokoh jempolan dalam sejarah musik– ditempatkan dalam urutan lebih rendah ketimbang Shakespeare. Dalam hal membandingkan antara Beethoven dan Michelangelo, saya amat terpengaruh dengan kenyataan bahwa umumnya orang lebih banyak gunakan waktu mendengarkan musik daripada memandang lukisan atau patung pahatan, dan atas dasar alasan ini pula saya pikir komponis-komponis musik umumnya lebih berpengaruh dibanding pelukis atau pemahat yang kemasyhurannya dalam lapangan masing-masing setara. Walhasil, tampaknya cukup layak menempatkan Beethoven pada urutan antara Shakespeare dan Michelangelo.

Ref :
http://ms.wikipedia.org/wiki/Ludwig_van_Beethovenhttp://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-ludwig-van-beethoven.html

Read more at http://info-biografi.blogspot.com/2010/03/biografi-beethoven.html#ge4HJRCVFAgYvJdq.99

GENIUS COMPOSER: Johann Sebastian Bach! (english Version)

0

Johann_Christian_Bach_by_Thomas_Gainsborough

Brief Biography

Johann Sebastian Bach
(b. Eisenach, 1685; d. Leipzig, 1750)

Born into a musical family, Bach received his earliest instruction from his father. After his father’s death in 1695, Bach moved to Ohrdruf, where he lived and studied organ with his older brother Johann Christoph. He also received an education at schools in Eisenach, Ohrdruf, and Lüneburg. Bach’s first permanent positions were as organist in Arnstadt (1703-1707) and Mühlhausen (1707-1708). During these years, he performed, composed taught, and developed an interest in organ building. From 1708-1717 he was employed by Duke Wilhelm Ernst of Weimar, first as court organist, and after 1714, as concertmaster. During this period, he composed many of his best organ compositions; in his capacity as concertmaster, he was also expected to produce a cantata each month. In Weimar, Bach’s style was influenced by his study of numerous Italian compositions (especially Vivaldi concertos).

Bach’s next position, as Music Director for the Prince Leopold of Cüthen (1717-1723), involved entirely different activities. Since the court chapel was Calvinist, there was no need for church compositions; Bach probably used the Cüthen organs only for teaching and practice. His new works were primarily for instrumental solo or ensemble, to be used as court entertainment or for instruction. Among the important compositions at Cüthen were the Brandenburg Concertos, the first volume of Das wohltemperirte Clavier (The Well-Tempered Clavier), the “French” and “English” Suites for harpsichord (although the “English” Suites may be from the Weimar period), and most of the sonatas and suites for other instruments. Bach also composed a few cantatas for special occasions (birthdays and New Years).

170px-Young_Bach2

In 1723, Bach was appointed cantor at the St. Thomas Church and School, and Director of Music for Leipzig, positions which he retained for the rest of his career. His official duties included the reponsibility of overseeing the music in the four principal churches of the city, and organizing other musical events sponsored by the municipal council. For these performances, he used pupils from the St. Thomas School, the city’s professional musicians, and university students. Bach divided his singers into four choirs (one for each of the four main churches); he personally conducted the first choir, which sang on alternate Sundays at St. Thomas and St. Nicholas. His usual performing group consisted of around sixteen singers and eighteen instrumentalists, although these numbers could be augmented for special occasions. During his first six years in Leipzig (1723-1729), Bach’s most impressive compositions were his sacred cantatas (four yearly cycles), and the St. John and St. Matthew Passions. Bach apparently gave virtuoso organ recitals in Leipzig and on various tours, although he had no official position as organist in Leipzig.

After 1729 Bach no longer concentrated so completely on composing sacred vocal music. For services, he re-used his own substantial repertory of cantatas, and turned increasingly to the music of his contemporaries. In 1729-1737 and 1739-1741, he was director of the Leipzig Collegium Musicum, an organization which had been founded by Telemann in 1704. This group of professional musicians and university students performed weekly concerts (out-of-doors in the summer, and at Zimmerman’s coffee-house in the winter). Although no specific programs for these concerts have survived, Bach apparently revived and many of his instrumental compositions from Cüthen, wrote new works (e.g., secular cantatas), and conducted pieces by other composers. During the 1730s, Bach renewed his interest in keyboard compositions, and prepared the first three volumes of his Clavier-Übung (Keyboard Practice) for publication (1731, 1735, 1739); the fourth volume appeared in 1741-1742. In the 1730s, he also showed considerable interest in the royal court at Dresden, and was named “Hofkomponist” (court-composer”) in Dresden in 1736.

During Bach’s last decade (the 1740s), he completed or revised several large-scale projects which he had started earlier. The Well-Tempered Clavier, Vol. II; a manuscript collection of chorale preludes (known as the “Leipzig 18”, comprising revisions of Weimar pieces), and the B minor Mass. Other new works showed an increased interest in fugal and canonic writing: Musikalische Opfer (Musical Offering); the canonic variations for organ on “Vom Himmel hoch”; and Die Kunst der Fuge ( The Art of Fugue). In the 1740s, Bach made various journeys, most notably to the court of Frederick the Great in 1747. He continued a lively interest in the building of organs, and kept informed about the latest developments in the construction of harpsichords and pianofortes.

Johann-Sebastian-Bach

Hehehhehe.. 😀