Friendfiction: :D

0

Well, kawan-kawan sekalian…

kalo setiap idola punya “fanfiction”-kan…

nah… kalo aku punya “FRIENDFICTION”..

Hahahahhahahahahahahahhahahahahahahahahaha 😀

“FF” (friendfiction)ku ini mengisahkan cerita teman-temanku yang aku ubah jadi cerita Absurd dan gaje sedunia…  😀 hehehehe

nah.. ini dia friendfiction pertama yang aku buat….

Friendfiction

Talent. Dian, Ashri, Shyu, Puput

Talent “gak penting” tapi penting juga. 😀

Penjual batagor, cilok, bakwan kawi, masiswa2 FIP.UNY yang lalu lalang, mas2 di tmpat ftokopi beserta pelanggan, kasir indomaret dan pembeli,  dll.

KALENDER EXO yang TERNISTAKAN

PART 1

Shyu dan Puput sedang ber-gaje ria di tempat foto kopi.

Terdengar suara langkah kaki dari kejauhan, merasa ada aura lain yang akan mendekati mereka, Shyu dan Puput bersiap-siap dengan segala perlengkapan ghostbuster mereka, seperti , bawang putih, kalung cabe, hio, dan hal-hal yang diperlukan untuk membasmi hal seperti itu. Beberapa pasang mata memandang ke arah mereka berdua, namun demi keselamatan, Shyu dan Puput tidak menghiraukannya.

Langkah kaki itu semakin dekat…. Bukan hanya satu aura, tapi dua aura. Shyu dan Puput semakin waspada.

Tiga… dua… satu…

“Aku mau beli kalender EXO!!!” sebuah sura menggema di seluruh ruangan itu (tempat foto kopi). Kertas-kertas berhamburan. Komputer2 yang tadinya hidup, mati seketika… mesin fotokopi mulai mencetak kertas dengan sendirinya… semua orang disana pingsan karena efek ultrasonik dari suara itu. Shyu dan Puput hanya bisa diam mematung.

Dian. Dialah dalang dibalik semua kekacauan itu. Dibelakangnya terlihat Ashri sedang mengenakan headphone di kepalanya sambil menyilangkan kedua tangannya,  Ashri memandangi semua orang yang jatuh bergelimpangan.  Dari ekspresi wajahnya, kita bisa tahu bahwa Ashri sedang berkata di dalam hatinya, “Siapa suruh kagak ada persiapan… pingsan, kan??? Hahahahahaha”

Dian mendekati Shyu dan Puput yang sedari tadi bengong. “Aku mau beli kalender EXO…. “ katanya pada Shyu dengan penuh senyuman, efek suara yang merdu sambil diselingi dengan lantunan musik opera.

Seketika itu juga, orang-orang yang tadinya pingsan bangun kembali. Wajah mereka berubah cerah seolah-olah telah mendapatkan pencerahan dari Sang Khaliq. Komputer yang tadinya mati, hidup kembali. Mesin foto kopi yang tadinya rusak, kini berfungsi seperti sedia kala. Intinya, keadaan kembali seperti semula tanpa kurang suatu apapun, kecuali Shyu dan Puput yang masih terbengong ditambah Ashri  yang melepas headphone-nya dan menjadi anggota terakhir dalam trio “bengong”. Ia heran  pada  perubahan yang terjadi begitu cepat. Ia bersedih, meratapi headphone-nya. Sekali lagi, ekspresi wajahnya mengatakan, “Rugi aku beli headphone ini mahal-mahal…. Ternyata reaksinya cuma sesingkat ini… aku mengharapkan yang lebih lama… hiks :’(.. “ .

Lalu, bagaimana dengan Dian?  Tentu saja sedang tersenyum ke arah Shyu dan Puput yang masih dalam kondisi abstrak dan sarkatis-bengong.

Advertisements